Laman

Saturday, June 24, 2017

Men are from Mars, Women are from Venus : 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus - 1


 Saat John Gray menulis bahwa pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus, ia bercerita bahwa pria berkelana dari Mars ke Venus untuk menemui wanita. Selanjutnya mereka pergi bersama ke Bumi. Planet di mana si pria dan wanita saling konflik. Di era yang semakin interaktif oleh teknologi TI saat ini, kemudian kedua makhluk tersebut seperti kembali ke Venus.

Mereka tinggal di dunia yang lebih emosional dan interaktif -dunia Venus- di mana pria mengikuti hukum wanita, di mana Emotional Quotient lebih unggul dari Intelligence Quotient. Di mana Feel lebih penting dari Think dan survei kualitatif lebih valid ketimbang survei kuantitatif. Karena umumnya penduduk Venus tak akan pernah memberikan jawaban-jawaban yang semestinya terhadap pertanyaan survei kuantitatif.

Bila merek sering dilihat sebagai elemen pendiferensiasian dalam pemasaran, maka branding di Venus haruslah mampu membentuk karisma merek. Tanpa inspirasi, fanatisme, dan aura yang melingkupi sebuah merek, para pelanggan di Venus tak akan mampu meliha adanya karisma di dalam merek. Dan tanpa itu, merek jangan bermimpi untuk mendapatkan loyalitas pelanggan.

Bumi telah menjadi Venus, semua pendekatan, model bisnis, strategi, dan taktik yang dulunya begitu ampuh di Bumi, kini menjadi obsolete, kuno, tak memadai, bahkan tak relevan lagi. Dibutuhkan seperangkat pendekatan dan strategi baru yang lebih sesuai dengan kondisi planet baru ini.

Marketeers akan membagikan 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus, sebuah model yang diciptakan untuk membawa Anda memenangkan persaingan di Venus.


#MarketingInVenus Principle #1 : "Information Technology carries more Emotional Messages"
Di Venus, orang lebih senang dengan perlengkapan teknologi dengan pendekatan pemasaran yang lebih emosional ketimbang menawarkan kecanggihan teknologi. Namun, di lain sisi, kecanggihan teknologi informasi juga menyebabkan gejolak dan pasang surutnya emosi pelanggan. Naik turun tidak karuan layaknya roller coaster. Arus informasi ini menyebabkan kondisi emosi orang Venus bisa berubah secepat kilat.

Tips sukses di Venus

1. Kembangkanlah teknologi dan produk yang mengakomodasi kebutuhan emosional pelanggan

2. Gunakanlah teknologi informasi utnuk membawa pesan-pesan emosional kepada pelanggan Anda. Dengan demikian pelanggan Anda akan memiliki emotional connection dan emotional attachment dengan perusahaan dan merek Anda

3. Sentuhlah emosi konsumen dengan pesan-pesan yang bersifat personal. Tinjaulah kembali media plan Anda. Jika di era Mars mengandalkan media konvensional untuk mengomunikasikan satu pesan yang sama kepada seluruh konsumen sudah memadai, di era Venus, ini jelas tidak cukup. Saatnya menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang lebih menyentuh
.



#MarketingInVenus Principle #2 : "Most Customers in This Interactive World are Wo-Men"
.
Pria setara dengan Wanita? Pasti beda!

Tak salah bila mengatakan bahwa perempuan itu cerewet dan bawel. Wajar, umumnya wanita memiliki lebih banyak serat penghubung otak kiri dan kanan. Sehingga cenderung lebih mudah berkomunikasi dan sering mencampuradukkan beberapa hal sekaligus. Sedangkan pria, umumnya cenderung memiliki kemampuan konsentrasi lebih tinggi dari wanita. Mereka lebih sulit berbagi perhatian sekaligus.
Namun, dengan hadirnya teknologi chatting yang memungkinkan pria ngobrol dengan beberapa orang sekaligus dengan hanya terfokuspada satu layar saja, tentu sangat banyak memengaruhi pria. Mereka menjadi lebih mudah berbagi cerita dengan orang lain dan juga memperhatikan detail pembicaraan.

Singkatnya, kaum pria menjadi semakin seperti wanita di Venus!

Yang di maksud dengan Wo-Men di sini bukan berarti hanya perempuan, tetapi juga pria. Pria yang kewanita-wanitaan. Jangan salah! Yang dimaksud di sini bukanlah pria dengan orientasi seks berbeda, tetapi pria yang semakin emosional yang semakin mampu mengekspresikan emosi dan perasaannya.
Tips sukses di Venus:

1. Buang anggapan lama bahwa pria bersikap rasional dan wanita emosional. Sesungguhnya, baik pria maupun wanita memiliki kebutuhan emosional dan senang diperhatikan sebagai insan yang utuh. Menangkanlah hati konsumen, baik pria dan wanita, dengan menyentuh emosi mereka.

2. Women always pay attention to detail! Konsumen semakin rewel dan menilai segala sesuatu dengan terperinci. Karenanya jangan sampai melewatkan satu hal kecil pun jika Anda tidak ingin konsumen kecewa, mulai dari kebijakan perusahaan hingga produk! Sensitivitas konsumen terhadap berbagai isu harus betul-betul diperhatikan

3. Jangan bermain-main dengan desain produk! Desain produk dan kelengkapan memainkan peranan yang semakin besar. Tidak mau produk bagus Anda tersingkir dari pasar haya garra-gara penampilannya kalah menarik bukan?

#MarketingInVenus Principle #3 : "Most Competitive Advantages Are From "Feel" Benefits
Berkat teknologi, di Venus M telah menjadi eM!

Bukan lagi Muscle, Machine and Mind seperti di Bumi, di Venus berlaku eMotion. Bila membicarakan hal ini, makan tidak lepas dari yang namanya Feeling. Di Venus, Feeling menjadi lebih utama, sebab hal ini mempengaruhi segala perilaku yang terkait perasaaan dan emosi.

Orang Venus tidak lagi menimbang sebuah produk, mereka lebih menimbang value apa yang mereka dapatkan.

Functional benefits yang umumnya dikenal di bumi, tak berlaku di Venus. Karena orang Venus lebih memperhatikan emotional benefits yang biasanya sifatnya lebih personal.
Tips sukses di Venus:

1. Memberikan functional benefit sudah menjadi kewajiban perusahaan, sehingga ia sulit menjadi point of differentiation yang kokoh. Karena itu mau tak mau, perusahaan harus memberikan emotional benefit sebagai amunisi baru menangkan persaingan.

2. Di kondisi normal, pelanggan menggunakan rasionya. Namun di kondisi ekstrem, konsumen akan bersikap lebih sensitif dan emosional. Karenanya, usahakan untuk membuat konsumen anda 'feel good'. Ini akan memudahkan segalanya.

3. Agar mampu memberikan emotional benefit yang positif pada konsumen, pastikan dulu bahwa perusahaan dan seluruh jajarannya 'feel good'

#MarketingInVenus Principle #4 : "Customer Insight Is The Best Tool To Find Out The Customer's Hidden Needs"
.
Terkadang, konsumen tidak mau atau tidak ingin mengeluarkan isi hatinya yang terdalam apabila ditanya. Mereka cenderung hanya menunjukkan sisi baik dirinya. Apa akibatnya?
Upaya pencarian informasi yang dilakuan dengan susah payah bisa menjadi sia-sia. Karena umumnya yang diperoleh hanyalah topeng-topeng dan informasi yang ada di permukaan. Padahal, perusahaan harus bisa memahami konsumen lujar dalam dan juga mampu mengungkap kebutuhan tersembunyi konsumennya.

Terlebih di Venus, mereka enggan mengemukakan kemauan mereka. Untungnya, ada metode khusus untuk menggali kebutuhan laten konsumen. Metode ini bukan sekadar riset konsumen biasa, melainkan customer insight.

Bicara mengenai customer insight di Venus, kita tidak bisa berbicara hanya satu disiplin ilmu, tetapi multidisiplin. Misalnya untuk mendesain bentuk dan kemasan suatu produk, perusahaan tidak bisa hanya melibatkan para ahli desain berlatar belakang seni rupa dan desain saja, tetapi lebih dari itu. Mereka harus memiliki kemampuan untuk menggali apa yang diinginkan konsumen.
Tips sukses di Venus:

1. Agar mampu menggali customer insight, Anda perlu mempelajari ilmu body language, psikologi, sosiologi, antropologi, dan beragam ilmu lain yang akan memperkaya wawasan dan pandangan Anda

2 Selain survei kuantitatif, Anda pelru melakukan observasi dan indirect research seperti misteru shopper, dan lain-lain

3. Ada tiga proses utama dalam bisnis, yaitu: new product development, custmer handling, dan routine delivery order. Riset-riset untuk menggali customer insight seperti ini paling berguna dalam proses pengembangan produk baru.

#MarketingInVenus Principle #5 : "Be Intuitive, Not Intrepretative"

Pertajam intuisi bila ingin menang di Venus!

Intuisi memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam kegiatan perekrutan. Menurut Joseph Pine dan James Gilmore, ada lima tingkatan pengetahuan berdasarkan kualitas dan jenisnya, yaitu Noise, Data, Informasi, Knowledge, dan Wisdom. Umumnya studi kelayakan dan riset hanya mencapai tingkat informasi, apalagi jika dilakukan oleh pihak lain yang tidak memiliki sense dan tingkat kepekaan dengan pasar yang digeluti. Semua orang bisa mengakses dan memperlej informasi yang sama selama mereka menggunakan metode yang sama. Tidak heran bila kompetitor pun memiliki data dan informasi yang sama.
Maka dari itu, pemasar di Venus tidak cukup bersikap interpretatif, perusahaan harus mendengakan intuisi dalam membaca perubahan dan dinamika pasar, "hard data" harus digantikan dengan "soft data". Tips sukses di Venus:

1. Agar menjadi intuitif, Anda harus punya helicopter view, sehingga Anda mempunyai holistic value terhadap konsumen di planet Venus ini. Karena penduduk Venus selalu berpikir holistik seperti wanita. Pemasar harus mengimbangi-nya dengan helicopter view, supaya reservoir of wisdom-nya bertambah banyak dan kaya

2. Sangat berbahaya bila hanya memanfaatkan hasil riset semata-mata sebagai pijakan untuk mengambil keputusan. Hasil riset seperti ini hanya mencapai tahap interpretatif. Padahal, information as the organized data harus dicampur dengan informasi lain supaya bisa menjadi knowledge, dan knowledge harus dicampur lagi dengan pendalaman dan penghayatan dari semua yang sudah dialami sebelumnya, sehingga Anda bisa mencapai tingkkat insight dan wisdom.

3. Anda harus "turun gunung"! Anda tak bisa intuitif jika hanya berada di board room. Anda harus banyak melakukan diskusi, dengan demikian diharapkan Anda akan memiliki reservoir of wisdom yang lebih kaya, sehingga Anda bisa lebih intuitif.

#MarketingInVenus Principle #6 : "Information Technology carries more Emotional Messages"

"If you wait for consumer to tell you what they want, be prepared to be dumped". Saat bumi masih seperti Mars, kata-kata ini mungkin mengada-ada. Tetapi saat bumi berevolusi menjadi Venus, dimana penduduknya mulai emosional dan interaktif. Ini seolah menjadi kata bertuah.
Untuk memenangkan pertarungan, pemasar harus mampu selalu lebih maju dari pelanggan dan harus mampu melihat depan sebelum pelanggan melihatnya. Pemasar juga harus selalu bisa memberikan value yang bahkan si pelanggan barangkali belum menemukannya.
Bila menunggu reaksi dari penduduk Venus, sudah pasti akan selalu terambat. Pemasar tak boleh hanya sekadar bertanya kepada mereka, lebih dari itu, harus memberi mereka. Dengan kata lain, Anda harus proaktif dan tidak sekadar reaktif.

Tips sukses di Venus:

1. Perhatikan setiap gejala kecil, jangan menunggu hingga terlihat jelas. Ibarat olahraga panahan, bila orang reaktif, pasti menunggu higga targetnya terlihat jelas. Padahal di samping itu, banyak juga pemanah lain yang mengincar target yang sama. Berbeda dengan orang proaktif, ia akan etap melepas busurnya walaupun target belum jelas terlihat. Karena itu, lakukan perhitungan yang matang berdasarkan gejala-gejala kecil yang terjadi.

2. Jangan takut untuk mendobrak aturan yang telah ada, justru buatlah New RUles of The Games. Mereka yang beriisiatif umumnya memperoleh keuntungan sebagai pelopor.

3. Think beyond your product and industry! Jika hanya menilai dan mengambil keputusan berdasarkan perbandingan produk dalam industri sejenis, pemasar hanya akan menemukan pola lama. Pelajari hal yang lainn, sehingga pemasar mampu menemukan pola baru.

Selanjutnya dapat dibaca di :

1 comment:

  1. Bener juga sih sebenarnya tentang emosi
    Contoh dalam dunia perbloggingan. Artikel dengan sisi emosional yang kuat akan membuat engagement yang mantap dengan para pembacanya.

    ReplyDelete